Dunia Islam tidak hanya mengenal mata
uang dinar emas, tapi juga dirham perak. Dirham merupakan mata uang
yang digunakan sejak awal Islam hingga berakhirnya Kekhalifahan
Usmaniah Turki tahun 1924. Penggunaan dirham sama seperti dinar, tapi
memiliki nilai berbeda. Dirham digunakan sebagai alat transaksi
perdagangan dan juga membayar zakat dan denda (diyat).
Standardisasi berat uang dinar dan
dirham mengikuti Hadits Rasulullah SAW, “Timbangan adalah timbangan
penduduk Makkah, dan takaran adalah takaran penduduk Madinah” (HR. Abu
Daud).Sementara, pada masa Umar bin Khattab
sekitar tahun 642 Masehi, pencetakan dirham pertama dalam masa
kekhalifahan Islam dilakukan yaitu berat tujuh dinar sama dengan berat
10 dirham. Sementara, berat satu dinar emas adalah sekitar 4,25 gram.
Dengan demikian, berat satu dirham adalah 7/10 x 4.25 gram atau sama
dengan 2,975 gram.
Dirham memang sudah ada sejak sebelum
Islam lahir. Bahkan, mata uang perak telah digunakan sejak lama di
Yunani. Dalam sejarah, istilah dirham sebetulnya berasal dari koin
Yunani, Drachma.Saat itu, Kekaisaran Romawi menggunakan
drachma sebagai alat perdagangan dengan pedagang Arab sebelum masa
Islam. Penggunaan drachma sebagai alat tukar memiliki alasan serupa
dengan dinar emas. Hal itu karena drachma memiliki nilai instrinsik
karena terbuat dari perak.
Untuk Transaksi Dinar dirham Silahkan Hubungi kami Sms 081572101134 / Telp 02748560064
Untuk Transaksi Dinar dirham Silahkan Hubungi kami Sms 081572101134 / Telp 02748560064


