Kamis, 27 Desember 2012

Bank Plecit: Musuh atau Mitra Usaha

gbr nemu di bank Gambar Google

Urusan pinjam meminjam sudah ada sejak lama. Orang miskin berteman dengan rentenir juga sudah biasa. Rentenir justru kadang diagungkan sebagai dewa penyelamat. Berapa pun jasa atau bunga yang diminta akan dipenuhi yang penting kebutuhannya saat itu bisa tercukupi. Tapi jangan ditanya atau heran bila berhutang Rp.500.000,- dan  tidak mencicil sesuai dengan perjanjian yang terjadi hutang itu akan membukit dan bunga berbunga. Sehingga bunga akan lebih besar dari pada uang yang dipinjam
Jelas jelas dalam agama Islam dilarang menyuburkan “riba”, tapi yang ditemui dalam kehidupan sehari hari banyak sekali saudara kita yang terjerumus dalam kubangan ini. Alasan klise tak lain dan tak bukan ya kepepet masalah ekonomi. Siapakah penyubur riba itu? Salah satunya Bank Plecit.
Bank Plecit adalah sebutan untuk para rentenir yang memberikan jasa peminjaman uang tanpa anggunan dan berkeliaran door to door baik di Desa mau pun di Kota. Secara tertulis biasanya lembaga itu punya nama Koperasi, yang merekrut beberapa orang pegawai yang mencari nasabahnya dengan door to door. Lembaga itu berani memberikan pinjaman hanya berdasarkan kepercayaan.
Cara kerja Bank Plecit yang pernah saya amati. Hari ini  jadi anggota, besok sudah bisa meminjam uang. Misalnya anda ingin meminjam uang Rp.100.000,- Uang yang anda terima Rp.90.000,-’ Karena yang Rp.10.000,- akan jadi tabungan awal anda. Berapa anda harus mengembalikan pinjaman itu? Anda harus mengembalikan sebesar Rp.120.000,-. Lalu bagaimana cara mengangsurnya? Anda harus mengganggsurnya setiap hari sebesar Rp.4000,-. Ketika anda mengangsur anda akan diberi kupon yang berisi angsuran ke… dan nominal jumlah angsuran anda. no 1-30. Jadi dalam satu bulan sudah harus lunas. Hari ini pinjam besok sudah mulai mengangsur. Bisa anda bayangkan betapa tingginya bunga itu.
Mungkin anda akan bertanya, apakah  peminjam itu bisa mengembalikan sesuai dengan aturan yang sudah disepakati? Tergantung dari pribadi  peminjam. Kalau yang disiplin mereka akan memenuhi apa yang jadi kewajibannya. Bila mentalnya jelek mereka sering bersembunyi ketika ditagih atau cukup mengatakan ” Hari ini kosong dulu mas besok didobel” Selesai. Bila belum waktunya lunas tapi mereka butuh uang, mereka bisa pijam lagi dengan cara melunasi secara fiktif. Sisa hutang plus bunga berapa, langsung dipotong dari dana yang akan dipinjam lagi. Biasanya hutang mereka bukan mengecil tapi membengkak. Bulan kemarin Rp.100.000,- Bulan berikut bisa Rp.150.000,- atau Rp.200.000,-
Anehnya lagi Bank Plecit ini ada yang beroperasi pagi, siang dan sore.. seperti makan saja sehari tiga kali. Dan nasabahnya ya kebanyakan dari mereka juga. dan uangnya pun hanya berputar kesana sini, ambil yang pagi untuk menutup yang siang, ambil yang siang untuk menutup yang sore. Biasanya pengambilan diatur oleh mereka sendiri. sehingga mereka bisa mengatur uang pinjaman itu, sebagian untuk kebutuhannya, sebagian untuk mengangsur.
Bisa dibayangkan betapa pusingnya mereka, apalagi yang tidak punya income harian. Sementara kegiatan kegiatan di desa untuk kerukunan juga banyak membutuhkan dana. Saya yang mengamati saja miris dengan pola hidup mereka. Tapi mereka having fun saja menjalani hidup akrab dengan Bank Plecit. Hiburan mereka adalah ucapan ” Walah wong uripe wes karo utang, ora usah khawatir. Negoro wae utange yo akeh kok.” ( Hidupku sudah akrab dengan hutang, negara pun hutangnya banyak.
Sudah banyak BMT, koperasi resmi, atau lembaga keuangan lain yang memberikan jasa pinjaman. Tetapi mengapa mereka masih akrab dengan Bank Plecit dan rentenir perorangan..? Ini sebuah PR bagi saya dan saudara saudaraku yang mau perduli dengan kehidupan mereka. Menurut saya yang harus diubah pertama kali adalah mental mereka untuk hidup sederhana, memilih skala prioritas dalam mengelola uang, dan jangan mudah termakan iklan, sehingga tidak besar pasak dari pada tiang.
nah, pada akhirnya kami harus bilang juga bahwa tulisan ini kami sarikan dari kompasiana. meskipun demikian, fakta dan akibatnya melekat pada kita.

Description: Bank Plecit: Musuh atau Mitra Usaha, Rating: 4.5, Reviewer: Unknown, ItemReviewed: Bank Plecit: Musuh atau Mitra Usaha
Untuk Informasi dan Pemesanan

081572101134

137 000 733 97 04  Siti Nurjanah