gbr nemu di bank Gambar Google
Urusan pinjam meminjam sudah ada sejak lama. Orang miskin berteman
dengan rentenir juga sudah biasa. Rentenir justru kadang diagungkan
sebagai dewa penyelamat. Berapa pun jasa atau bunga yang diminta akan
dipenuhi yang penting kebutuhannya saat itu bisa tercukupi. Tapi jangan
ditanya atau heran bila berhutang Rp.500.000,- dan tidak mencicil
sesuai dengan perjanjian yang terjadi hutang itu akan membukit dan bunga
berbunga. Sehingga bunga akan lebih besar dari pada uang yang dipinjam
Jelas jelas dalam agama Islam dilarang menyuburkan “riba”, tapi yang
ditemui dalam kehidupan sehari hari banyak sekali saudara kita yang
terjerumus dalam kubangan ini. Alasan klise tak lain dan tak bukan ya
kepepet masalah ekonomi. Siapakah penyubur riba itu? Salah satunya Bank
Plecit.
Bank Plecit adalah sebutan untuk para rentenir yang memberikan jasa
peminjaman uang tanpa anggunan dan berkeliaran door to door baik di Desa
mau pun di Kota. Secara tertulis biasanya lembaga itu punya nama
Koperasi, yang merekrut beberapa orang pegawai yang mencari nasabahnya
dengan door to door. Lembaga itu berani memberikan pinjaman hanya
berdasarkan kepercayaan.
Cara kerja Bank Plecit yang pernah saya amati. Hari ini jadi anggota,
besok sudah bisa meminjam uang. Misalnya anda ingin meminjam uang
Rp.100.000,- Uang yang anda terima Rp.90.000,-’ Karena yang Rp.10.000,-
akan jadi tabungan awal anda. Berapa anda harus mengembalikan pinjaman
itu? Anda harus mengembalikan sebesar Rp.120.000,-. Lalu bagaimana cara
mengangsurnya? Anda harus mengganggsurnya setiap hari sebesar Rp.4000,-.
Ketika anda mengangsur anda akan diberi kupon yang berisi angsuran ke…
dan nominal jumlah angsuran anda. no 1-30. Jadi dalam satu bulan sudah
harus lunas. Hari ini pinjam besok sudah mulai mengangsur. Bisa anda
bayangkan betapa tingginya bunga itu.
Mungkin anda akan bertanya, apakah peminjam itu bisa mengembalikan
sesuai dengan aturan yang sudah disepakati? Tergantung dari pribadi
peminjam. Kalau yang disiplin mereka akan memenuhi apa yang jadi
kewajibannya. Bila mentalnya jelek mereka sering bersembunyi ketika
ditagih atau cukup mengatakan ” Hari ini kosong dulu mas besok didobel”
Selesai. Bila belum waktunya lunas tapi mereka butuh uang, mereka bisa
pijam lagi dengan cara melunasi secara fiktif. Sisa hutang plus bunga
berapa, langsung dipotong dari dana yang akan dipinjam lagi. Biasanya
hutang mereka bukan mengecil tapi membengkak. Bulan kemarin Rp.100.000,-
Bulan berikut bisa Rp.150.000,- atau Rp.200.000,-
Anehnya lagi Bank Plecit ini ada yang beroperasi pagi, siang dan sore..
seperti makan saja sehari tiga kali. Dan nasabahnya ya kebanyakan dari
mereka juga. dan uangnya pun hanya berputar kesana sini, ambil yang pagi
untuk menutup yang siang, ambil yang siang untuk menutup yang sore.
Biasanya pengambilan diatur oleh mereka sendiri. sehingga mereka bisa
mengatur uang pinjaman itu, sebagian untuk kebutuhannya, sebagian untuk
mengangsur.
Bisa dibayangkan betapa pusingnya mereka, apalagi yang tidak punya
income harian. Sementara kegiatan kegiatan di desa untuk kerukunan juga
banyak membutuhkan dana. Saya yang mengamati saja miris dengan pola
hidup mereka. Tapi mereka having fun saja menjalani hidup akrab dengan
Bank Plecit. Hiburan mereka adalah ucapan ” Walah wong uripe wes karo utang, ora usah khawatir. Negoro wae utange yo akeh kok.” ( Hidupku sudah akrab dengan hutang, negara pun hutangnya banyak.
Sudah banyak BMT, koperasi resmi, atau lembaga keuangan lain yang
memberikan jasa pinjaman. Tetapi mengapa mereka masih akrab dengan Bank
Plecit dan rentenir perorangan..? Ini sebuah PR bagi saya dan saudara
saudaraku yang mau perduli dengan kehidupan mereka. Menurut saya yang
harus diubah pertama kali adalah mental mereka untuk hidup sederhana,
memilih skala prioritas dalam mengelola uang, dan jangan mudah termakan
iklan, sehingga tidak besar pasak dari pada tiang.
nah, pada akhirnya kami harus bilang juga bahwa tulisan ini kami sarikan dari kompasiana. meskipun demikian, fakta dan akibatnya melekat pada kita.
Description: Bank Plecit: Musuh atau Mitra Usaha,
Rating: 4.5,
Reviewer: Unknown,
ItemReviewed: Bank Plecit: Musuh atau Mitra Usaha
Kamis, 27 Desember 2012
Untuk Informasi dan Pemesanan
081572101134
| 137 000 733 97 04 Siti Nurjanah |


